Sabtu, 24 Agustus 2013

4 Cerita Megawati Ketika Menemukan Si 'Anak Emas' Jokowi

By Indra Novianto | At 04.10 | Label : , , , | 0 Comments

Jakarta - Pertama kali bertemu, Joko Widodo hanya Wali Kota Solo di mata Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bagai ajang pencarian bakat kepemimpinan, Mega kerja keras mengukur dan mengasah 'kader emasnya' itu untuk menjadi sang pemimpin masa depan.

Ibu 3 anak itu yakin Jokowi bisa menjadi pemimpin muda yang mampu membawa perubahan. Perjuangan istri mendiang Ketua MPR, Taufiq Kiemas, itu terbukti tidak sia-sia.

Jokowi terpilih memimpin Ibukota. Pria asal Solo itu juga diimpikan masyarakat untuk menjadi capres 2014. Berikut 4 cerita ketika Megawati menemukan 'si anak emas' Jokowi:

1. Pertaruhan Untuk Sang Pemimpin Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi juru kampanye Cagub Jawa Timur Bambang DH di Surabaya. Di depan ribuan warga PDIP, Mega memuji sosok Jokowi.

"Siapa seorang Jokowi? Dia hanya wali kota Solo yang waktu pertama kali bertemu, saya ukur kemampuannya," kata Mega saat menjadi jurkam pasangan cagub Jatim Bambang-Said di Lapangan Flores, Surabaya, Jumat (23/8/2013).

Mega pun mencari tahu siapa sosok Jokowi. Sampai dalam kesimpulan, Jokowi diyakini bakal bisa menjadi pemimpin. "Dan saya tahu, anak muda ini dapat saya pertaruhkan untuk bisa suatu saat memimpin nanti," lanjut Mega.

Prediksi Mega terbukti jitu. Jokowi sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bukan itu saja, Jokowi kini digadang-gadang sebagai capres terkuat dari semua calon yang ada.

2. Tularkan Kemenangan Kemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Pilgub DKI Jakarta menjadi fenomena tersendiri. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kemudian merangkul Jokowi untuk menyukseskan pasangan cagub PDIP di Sumut. "Jokowi juga datang ke sini untuk memberikan pengalamannya di lapangan dalam Pilkada DKI," kata Megawati dalam konferensi pers di usai menggelar pertemuan dengan Jokowi dan pasangan cabub yang akan diusung PDIP di Sumut.

Pertemuan digelar di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2012). Kandidat cagub Sumut yang akan diusung oleh PDIP adalah Effendi Simbolon-Djumiran Abdi. Keduanya baru saja diberi pengarahan oleh Megawati dan Jokowi.

"Saya kira kalau pesan biasa saja. Memberikan pesan kepada pasangan yang maju Pilkada, secara prinsip mereka itu diusung oleh partai PDIP yang memiliki ideologi Pancasila dalam tataran untuk melakukan program trisakti, berdikari, sehingga di dalam merealisasikan visi dan misi yang ada akan jelas berpihak pada rakyat banyak," kata Megawati.

Megawati mengingatkan Effendi agar belajar dari sukses Jokowi. Bagaimana Jokowi sukses mempertajam program-program pro rakyatnya.

"Kalau nanti sudah jadi harus juga diingat, dalam 5 tahun apa pun program bisa dikatakan kurang maksimal daya serapnya sehingga memng teoritis seseorang yang ingin maju saya minta untuk dipertajam dalam program yang dilakukan.

Seperti saya bilang ke Jokowi pas masuk DKI, harus bisa dipertegas dan dipertajam program-programnya," tegasnya. Mega juga menjanjikan akan membawa Jokowi ke Sumut untuk ikut memenangkan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi.

"Suatu saat Pak Jokowi mau saya ajak ke sini ya," ujar Mega dalam arahan politiknya di depan sekitar 1000 kader PDIP se-Sumatera Selatan, di Hermes Place Polonia, Jalan Monginsidi, Medan, Sabtu (5/1/2012).

Mendengar hal itu, seluruh peserta bertepuk tangan dan sebagiannya berteriak 'Hidup Jokowi!'.

"Tapi kalau kalian nggak punya semangat, masih suka ke kiri dan ke kanan, tidak suka dengan Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi, lebih baik dengan jantan, keluar dari partai," tegas Mega.

Pernyataan Mega tersebut tidak sekadar menyemangati, tapi juga menyindir salah seorang bekas kader PDIP yang akhirnya maju di pilgub melalui parpol lain.

"Kalau benar saya masih dianggap sebagai ketua umum, pilih calon yang telah diputuskan dan ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan. Kader harus jantan, jangan ke mana-mana lagi atau melirik-lirik calon lain," cetusnya.

3. Rayuan Ke Jakarta Jabatan baru sebagai Gubernur DKI Jakarta yang diemban Jokowi rupanya membuat Megawati sedikit bingung memanggil kader partainya itu. Dahulu, Mega biasa menyapa Jokowi dik. Tapi, setelah menjadi gubernur, Jokowi mulai disapa pak.

"Saya masih kaku sampai saat ini memanggil Jokowi dengan Pak Jokowi," kata Mega di sela-sela peresmian ormas petani dan nelayan PDIP di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).

"Saya biasanya panggil dia Dik," tambah Mega lagi. Mega pun bertutur bagaimana Jokowi akhirnya dipilih menjadi calon gubernur. Dahulu, dia sengaja membujuk Jokowi untuk ke Jakarta.

"Saya katakan kepada Pak Jokowi, saya bujuk ke Jakarta, saya berpikir akan sulit bagi Jakarta kalau punya pemimpin begini-begini saja. Kamu petugas partai, saya tarik ke Jakarta dan kamu harus jadi," jelasnya.

4. Pesan Apa Adanya Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri langsung memberikan ucapan selamat saat Cagub DKI Jakarta Joko Widodo unggul dalam perhitungan cepat. Ia memberikan nasihat kepada cagub nomor urut 3 itu.

Sejumlah wejangan disampaikan Mega saat jumpa pers di kantor DPP DPDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2012).

"Tadi saya sudah menelepon Jokowi dan memberikan selamat. Saya ingatkan untuk kerja keras dan apa adanya," kata Mega yang terbalut kemeja kotak-kotak krem ini.

Apa jawaban Jokowi? "Matur nuwun Bu, matur nuwun Bu," kata Mega menirukan ucapan Jokowi sambil tertawa. Wajah Mega terlihat sumringah dan selalu tersenyum.

Mega berharap Jokowi-Basuki meraih kemenangan. "Seperti saya katakan tadi, insya Allah kita berhasil karena saya bilang, tidak mau berandai-andai. Tetapi untuk kali ini, insya Allah Jokowi dan Basuki akan meraih kemenangan," ujar Mega.

Mega mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus DPP PDIP yang sejak awal mendukung penuh pencalonan Jokowi-Basuki.

"Karena kita bekerja dalam keprihatinan, karena kita bekerja sendiri," kata dia. Mega juga berpesan agar kemenangan ini tidak menjadi euforia karena baru sebatas quick count.

"Yang perlu adalah menjaga hasil suara, terutama C1 yang harus dikawal sampai tempat akhir," nasihat Mega.

Sumber : Detik.com

Rabu, 21 Agustus 2013

Transisi ke 'Awan' Kian Gampang

By Indra Novianto | At 22.39 | Label : , , , , | 0 Comments

Transisi ke 'Awan' Kian Gampang

Jakarta - Kebutuhan informasi yang semakin masif akhirnya memaksa banyak perusahaan untuk berpikir pintar. Ketimbang meningkatkan infrastruktur yang dimilikinya, banyak perusahaan yang kini mulai melirik potensi yang ditawarkan cloud computing.

Namun tentunya tidak mudah bagi perusahaan untuk melakukan transisi dari infrastruktur yang digunakannya menuju komputasi awan. Karena pastinya banyak parameter yang harus disesuaikan dengan platform awan yang akan digunakan.

Untuk mempercepat transformasi sebuah data center, terdapat beberapa faktor yang membuat operator mempertimbangkan arsitektur jaringan baru yang berbeda dari sistem generasi sebelumnya.

Faktor-faktor tersebut adalah: virtualisasi dan beban kerja baru yang mengubah pola dan kebutuhan lalu lintas jaringan, jaringan setara perangkat lunak (Software-Defined Networking atau SDN) dan kemudahan untuk melakukan pemrograman jaringan, konvergensi silo-silo teknologi yang sebelumnya sangat berbeda; dan konsolidasi input/output dengan bermigrasi ke platform server 10GbE.

Seluruh dinamika tersebut pastinya memberikan para CIO tidak hanya tantangan arsitektur, tapi juga pertimbangan-pertimbangan terkait anggaran dan juga operasional.

Peluang inilah yang tengah diintip oleh Dell dengan merilis layanan barunya. Solusi tersebut diharapkan dapat mempermudah proses transisi menuju cloud.

Portofolio jaringan besutan Dell ini diklaim mampu membantu konsumen mempercepat transisi menuju lingkungan komputasi awan dengan platform terkonvergensi dan berkinerja tinggi, serta tervirtualisasi dan privat.

Solusi-solusi terbaru yang ditawarkan Dell tersebut termasuk di antaranya adalah Active Fabric untuk desain SDN dan generasi terbaru manajemen perangkat lunaknya yakni Dell Active Fabric Manager serta platform switching LAN/SAN modular dan Dell Networking S5000.

Dell Active Fabric menyediakan arsitektur jaringan yang datar, cepat, arsitektur jaringan multi-lajur yang fleksibel dan cocok untuk peningkatan traffic data yang kerap terjadi dalam data center tervirtualisasi dan private cloud saat ini.

SDN sendiri merupakan ekstensi logis dari pengembangan fleksibilitas jaringan terbaru yang dimiliki solusi Dell Active Fabric.

Lapisan abstraksi perangkat lunak SDN dirancang untuk melakukan pemrograman secara terbuka, menjadikan infrastruktur tersebut fleksibel dan bisa beradapatasi dengan lingkungan konsumen yang berbeda-beda.

Dell Active Fabric Manager yang merupakan Perangkat Lunak Otomatisasi Fabric Industri Terdepan Dell Active Fabric Manager adalah perangkat lunak industri inovatif yang mengotomatisasi semua tugas yang berkaitan dengan perencanaan, perancangan, pembangunan, dan pengawasan fabric.

Dell Active Fabric Manager diklaim mampu mengurangi waktu impelementasi hingga 86 persen dibandingkan proses yang seluruhnya dilakukan secara manual.

Sedangkan Dell Networking S5000 adalah Storage Switch yang tampil ramping dan Modular. Dell Networking S5000 dibekali switch LAN/SAN top-of-rack 1U 10/40GbE pertama garapan Dell sendiri yang telah dilengkapi dengan kemampuan asli FC dan FCoE.

"Kami mendobrak pandangan–pandangan konvensional dengan produk-produk dan solusi-solusi baru yang dirancang untuk mempercepat migrasi konsumen kami menuju lingkungan pusat data tervirtualisasi dan komputasi awan," ucap Catherine Lian, Managing Director Dell Indonesia, seperti detikINET kutip dari keterangan tertulis yang diterima.

"Kami sangat gembira dengan produk-produk dan solusi-solusi tersebut, terutama kemampuannya yang dapat menyederhanakan kegiatan operasional, dan meningkatkan kinerja," tandasnya.

Sumber : Detik.com

Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Post Copast - All Rights Reserved inovLy media online by inforZa